Jumat, 28 Desember 2012

Aku, dalam kegalauan

                                            

Saat kebahagiaan itu berlalu, seiring dengan berjalannya waktu
Saat itulah, aku harus menikmati indahnya kesengsaraan
Saat hidup penuh dengan derita, hanya air mata yang setia menemaniku
Saat aku tak memiliki apa-apa, saat aku tak berdaya lagi
Semua menjauh dan tak peduli akan diriku

Mungkin pada saat itulah aku harus pergi
Mengantarkan jiwa dan ragaku menghadap kepada takdir yang telah menjemput
Saat derita ini tak sanggup lagi untuk ku hadapi
Saat aku menyerah dan hanya mengharapkan satu hal dalam hidupku
Yaitu ajal datang menjemputku, agar aku tak menghadapi derita seperti ini lagi

Saat aku merasakan merasakan kebahagiaan
Saat aku merasakan lengkapnya hidupku
Saat itupun penderitaan datang menghadang
Saat aku menganggap aku akan selalu bahagia dalam hidupku
Tak aku sadari bahwa kebahagiaan itu tak dapat bertahan selama yang ku duga
Sekejap kebahagiaan itu datang, sekejap kebahagiaan itu menghilang

Aku tak tau apa-apa lagi
Saat ini, nanti, besok dan di masa depan
Semua terlihat suram dan tak berarti lagi
Seakan-akan hidupku telah direbut oleh kekecewaan
Tapi, saat inilah aku harus menyadari bahwa hidupku tak berakhir sampai di sini
Aku harus tetap semangat, tapi aku tak bisa
Aku harus tetap tersenyum, tapi aku tak mampu

Entah apa yang bisa ku lakukan, mungkin hanyalah menunggu ajalku tiba
Dan aku harus meninggalkan semua yang telah dan yang akan ku alami di dunia ini
Selamat tinggal, hidup
Selamat tinggal, dunia
Selamat tinggal, masa lalu
Selamat tinggal, masa depan


2 komentar:

Hamz Boolean mengatakan...

blog yang bagus tempat curhat.. hehehhe liwe'

Upia Sulpiana mengatakan...

hehe.. biarmi :D joinka pade dulueh

By :
Free Blog Templates